Mempermalukan dan menykiti hati Nabi Musa As. Yaitu ketika Nabi Musa malu untuk ikut mandi bersama-sama Bani Israel, maka mereka berkomentar bahwa Musa tidak ikut mandi bareng kita disebabkan punya penyakit kusta. Maka Allah SWT pun menafikan tuduhan tersebut itu. Terdapat dalam surah Al-Ahzab: 69;
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah SWT membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhomat di sisi Allah SWT”.
Enggan melaksanakan Taurat, maka Allah SWT mengangkat gunung Thursina untuk mengambil perjanjian yang teguh (al-mīthaq al-ghalīz) dengan mereka. Dijelaskan dalam surah Al-Baqarah: 63 dan 93;
63: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Tursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa”.
93: “ Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami Berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!”. Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta’ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat* perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).
*Perbuatan jahat yg mereka kerjakan ialah menyembah anak sapi, membunuh nabi-nabi dan melanggar janji.
Mengatakan kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak akan beriman sehingga melihat Allah SWT langsung. Ini terdapat pada dua surah yakni Al-Baqarah: 55 dan An-Nisā:153;
Al-Baqarah:55 ; “Dan( ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah SWT dengan terang*, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya* *.
* Maksudnya: melihat Allah SWT dengan mata kepala
** Karena permintaan yg semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, sebab itu mereka disambar halilintar sebagai azab dari Tuhan.
An-nisā: 153; “Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu, mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah SWT kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi*, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
* Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah
Merubah apa yang diperintahkan kepada mereka agar masuk masjid seraya bersujud (menundukkan diri, bersyukur) dan dengan mengatakan “hitah” (memohon ampunan dan mengakui kesalahan). Lalu mereka menggantinya perintah itu memasukinya dengan cara melata, mengesot dengan anusnya lalu mengatakan “hintah” (sebutir biji gandum). Hal ini diperjelas dalam surah Al-Baqarah: 58 dan 59;
58: “Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masuklah pintu gerbangnya sambil bersujud*, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan mu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.
* Maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri
59: “Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.
Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina berkenaan dengan peristiwa orang yang terbunuh. Dalam surah Al-Baqarah: 67 dijelaskan;
“Ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata” Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan*?”. Musa menjawab:” Aku berlindng kepada Allah SWT agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”.
* Hikmah Allah SWT menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka kepada sapi yang pernah mereka sembelih.
Mereka menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu mengatakan ini dari Allah SWT. Terdapat dalam surah Al-baqarah: 79;
“ Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang nulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakannya: “Ini dari Allah SWT (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.
Memutar-mutar lidahnya untuk meyakinkan bahwa yang dibaca itu adalah kandungan Al kitab yang diwahyukan, padahal sesungguhnya itu adalah hasil tahrīf mereka. Dijelaskan pada surah Al-Imran:78;
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan orang yang memutar-mutar lidahnya membaca Al kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al kitab, padahal ia bukan dari Al kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang)dari sisi Allah SWT. Mereka berkata dusta terhadap Allah SWT, sedang mereka mengetahui.
Mengutak-atik Firman Allah SWT. Yang terdapat dalam dua surah yaitu Al-Baqarah: 75 dan An-Nisā: 46;
Al-Baqarah: 75; Didalam ayat ini dijelaskan tentang keimanan orang Yahudi yang sukar diharapkan pada zaman Rasulullah SAW. “ Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah SWT, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui*?”.
* Yang dimaksud adalah nenek moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang tsb di dalam Taurat itu.
An-nisā: 46; Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang tidak suci batinnya dan ancaman Allah SWT terhadap mereka. “ Yaitu orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat2nya*. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Rā`ina**”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tenulah itu lebih baik bai mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah SWT mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman keuali iman yang sangat tipis.
* Maksud arti kata-kata, tempat atau menambah dang mengurangi
** Rā`ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah SAW, orang Yahudipun memakai kata2 ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Rā`ina, padahal yang mereka katakan ialah “Rū`unah” yang berarti: kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah SAW. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan “Rā`ina” dengan “Unzurna” yang juga sama artinya dengan “Rā`ina”.
Menyembah patung sapi ketika Nabi Musa meninggalkan mereka untuk mengambil Taurat. Hal ini dijelaskan dalam tiga surah yaitu Al-Baqarah:51 dan 92, An-Nisā:153, Al-A’raf:152;
Al-Baqarah: 51; “ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah)empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu* (sebagai sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim”.
* Anak lembu dibuat mereka dari emas untuk disembah
Al-Baqarah: 92; “Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai semabahn)sesudah (kepergian)nya* *, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim”.
** Maksudnya: kepergian Musa AS ke bukit Tur yang terletak di Sina sesudah didatangkan kepadanya mu’jizat2.
An-nisā: 153; menjelaskan pembalasan Allah SWT terhadap pelanggaran- pelanggaran orang-orang Yahudi “Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah SWT kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata”.
Al-A`raf: 152; “Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya) , kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
Mengatakan bahwa Tangan Allah SWT terbelenggu (Maghlūlah). Dalam surah Al-Maidah: 64 dijelaskan tentang Kutukan Allah SWT tehadap orang2 Yahudi “orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah SWT terbelenggu* , sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang di la’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah SWT terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu seungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka samapi hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah SWT memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah
SWT tidak menyukai orang-orang yang membuat kesrusakan”.
* Kalimat2 ini adalah kutukan dari Allah SWT terhadap orang2 Yahudi. Berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan terbelenggu neraka di akhirat kelak.
Menuduh Allah SWT itu faqīr . Yang terdapat dalam surah Al-Baqarah: 181, menjelaskan tentang kebakhilan dan dusta serta balasannya “Sesunguhnya Allah SWT mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah SWT miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar”.
Menyuruh nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk kepentingan mereka. Seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Maidah:24; “Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”.
Inilah 12 kejahatan kaum Yahudi yang secara terperinci sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, tentang kezaliman, pengingkaran dan pembangkangannya terhadap Agama dan Kitab Allah SWT. Naudzubillahi mindzaliik.. ,
Semoga kita senantiasa selalu di bimbing menuju jalan yg yang benar untuk memperoleh keridhoan-Nya, karena kebenaran datangnya hanya dari Allah SWT..,
Amiin…
Wassalam
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah SWT membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhomat di sisi Allah SWT”.
Enggan melaksanakan Taurat, maka Allah SWT mengangkat gunung Thursina untuk mengambil perjanjian yang teguh (al-mīthaq al-ghalīz) dengan mereka. Dijelaskan dalam surah Al-Baqarah: 63 dan 93;
63: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Tursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa”.
93: “ Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami Berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!”. Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta’ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat* perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).
*Perbuatan jahat yg mereka kerjakan ialah menyembah anak sapi, membunuh nabi-nabi dan melanggar janji.
Mengatakan kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak akan beriman sehingga melihat Allah SWT langsung. Ini terdapat pada dua surah yakni Al-Baqarah: 55 dan An-Nisā:153;
Al-Baqarah:55 ; “Dan( ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah SWT dengan terang*, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya* *.
* Maksudnya: melihat Allah SWT dengan mata kepala
** Karena permintaan yg semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, sebab itu mereka disambar halilintar sebagai azab dari Tuhan.
An-nisā: 153; “Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu, mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah SWT kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi*, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
* Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah
Merubah apa yang diperintahkan kepada mereka agar masuk masjid seraya bersujud (menundukkan diri, bersyukur) dan dengan mengatakan “hitah” (memohon ampunan dan mengakui kesalahan). Lalu mereka menggantinya perintah itu memasukinya dengan cara melata, mengesot dengan anusnya lalu mengatakan “hintah” (sebutir biji gandum). Hal ini diperjelas dalam surah Al-Baqarah: 58 dan 59;
58: “Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masuklah pintu gerbangnya sambil bersujud*, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan mu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.
* Maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri
59: “Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.
Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina berkenaan dengan peristiwa orang yang terbunuh. Dalam surah Al-Baqarah: 67 dijelaskan;
“Ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata” Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan*?”. Musa menjawab:” Aku berlindng kepada Allah SWT agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”.
* Hikmah Allah SWT menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka kepada sapi yang pernah mereka sembelih.
Mereka menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu mengatakan ini dari Allah SWT. Terdapat dalam surah Al-baqarah: 79;
“ Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang nulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakannya: “Ini dari Allah SWT (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.
Memutar-mutar lidahnya untuk meyakinkan bahwa yang dibaca itu adalah kandungan Al kitab yang diwahyukan, padahal sesungguhnya itu adalah hasil tahrīf mereka. Dijelaskan pada surah Al-Imran:78;
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan orang yang memutar-mutar lidahnya membaca Al kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al kitab, padahal ia bukan dari Al kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang)dari sisi Allah SWT. Mereka berkata dusta terhadap Allah SWT, sedang mereka mengetahui.
Mengutak-atik Firman Allah SWT. Yang terdapat dalam dua surah yaitu Al-Baqarah: 75 dan An-Nisā: 46;
Al-Baqarah: 75; Didalam ayat ini dijelaskan tentang keimanan orang Yahudi yang sukar diharapkan pada zaman Rasulullah SAW. “ Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah SWT, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui*?”.
* Yang dimaksud adalah nenek moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang tsb di dalam Taurat itu.
An-nisā: 46; Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang tidak suci batinnya dan ancaman Allah SWT terhadap mereka. “ Yaitu orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat2nya*. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Rā`ina**”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tenulah itu lebih baik bai mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah SWT mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman keuali iman yang sangat tipis.
* Maksud arti kata-kata, tempat atau menambah dang mengurangi
** Rā`ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah SAW, orang Yahudipun memakai kata2 ini dengan digumam seakan-akan menyebut “Rā`ina, padahal yang mereka katakan ialah “Rū`unah” yang berarti: kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah SAW. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan “Rā`ina” dengan “Unzurna” yang juga sama artinya dengan “Rā`ina”.
Menyembah patung sapi ketika Nabi Musa meninggalkan mereka untuk mengambil Taurat. Hal ini dijelaskan dalam tiga surah yaitu Al-Baqarah:51 dan 92, An-Nisā:153, Al-A’raf:152;
Al-Baqarah: 51; “ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah)empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu* (sebagai sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim”.
* Anak lembu dibuat mereka dari emas untuk disembah
Al-Baqarah: 92; “Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai semabahn)sesudah (kepergian)nya* *, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim”.
** Maksudnya: kepergian Musa AS ke bukit Tur yang terletak di Sina sesudah didatangkan kepadanya mu’jizat2.
An-nisā: 153; menjelaskan pembalasan Allah SWT terhadap pelanggaran- pelanggaran orang-orang Yahudi “Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah SWT kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata”.
Al-A`raf: 152; “Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya) , kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
Mengatakan bahwa Tangan Allah SWT terbelenggu (Maghlūlah). Dalam surah Al-Maidah: 64 dijelaskan tentang Kutukan Allah SWT tehadap orang2 Yahudi “orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah SWT terbelenggu* , sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang di la’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah SWT terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu seungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka samapi hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah SWT memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah
SWT tidak menyukai orang-orang yang membuat kesrusakan”.
* Kalimat2 ini adalah kutukan dari Allah SWT terhadap orang2 Yahudi. Berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan terbelenggu neraka di akhirat kelak.
Menuduh Allah SWT itu faqīr . Yang terdapat dalam surah Al-Baqarah: 181, menjelaskan tentang kebakhilan dan dusta serta balasannya “Sesunguhnya Allah SWT mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah SWT miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar”.
Menyuruh nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk kepentingan mereka. Seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Maidah:24; “Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”.
Inilah 12 kejahatan kaum Yahudi yang secara terperinci sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, tentang kezaliman, pengingkaran dan pembangkangannya terhadap Agama dan Kitab Allah SWT. Naudzubillahi mindzaliik.. ,
Semoga kita senantiasa selalu di bimbing menuju jalan yg yang benar untuk memperoleh keridhoan-Nya, karena kebenaran datangnya hanya dari Allah SWT..,
Amiin…
Wassalam



















thanks.......
thanks....